Wednesday, 23 April 2014

K3 Sebagai Tanggung Jawab Dan Investasi Masa Depan

K3 Sebagai Tanggung Jawab Dan Investasi Masa Depan

Filosofi dasar K3 adalah melindungi keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja dalam menjalankan tugasnya. Sebagai perusahaan yang berorientasi global, Rekind telah mengedepankan konsep K3. Semua potensi bahaya telah dikendalikan dan memenuhi batas standar aman, sehingga memberikan kontribusi terciptanya kondisi lingkungan kerja yang aman, sehat dan proses produksi menjadi lancar, yang pada akhirnya dapat menekan risiko kerugian dan berdampak terhadap peningkatan produktivitas perusahaan.

Pada dasarnya filosofi dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah melindungi keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja dalam menjalankan pekerjaannya yang berimbas pada kinerja perusahaan. Regulasi adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor : PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Dimana pada pasal 3 dijelaskan bahwa setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan SMK3.

Menurut Corporate HSE Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Ir. Jonni Kurniawan Siregar, MM pada dasarnya di era global ini, pelaksanaan K3 tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab semua pihak, khususnya pelaku industri. “Rekind menyadari itu semua, sebagai perusahaan global, kami telah mampu dan siap menerapkan K3 secara sempurna sesuai dengan peraturan yang ada, kami melindungi semuanya mulai dari bahan, karyawan sampai dengan infrastruktur perusahaan,” jelas Jonni. Tujuan dalam penerapan K3 itu sendiri sebenarnya adalah meningkatkan kesadaran dan ketaatan pemenuhan norma K3, meningkatkan partisipasi semua pihak untuk optimalisasi pelaksanaan budaya K3 disetiap kegiatan usaha dan terwujudnya budaya K3 masyarakat Indonesia. Dan sebagai sasarannya adalah tingginya tingkat pemenuhan norma K3, meningkatnya jumlah perusahaan yang mendapatkan kecelakaan nihil dan terwujudnya masyarakat yang berprilaku K3. “Hingga kini Rekind berkomitmen menerapkan K3 dan berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya di bidang K3 secara terus menerus dan berkesinambungan. Rekind juga menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK),” kata Jonni.

K3 Sebagai Investasi

Rekind menurut Jonni, sangat memahami kewajibannya terhadap stakeholder dalam melaksanakan proyeknya dengan cara ramah lingkungan, serta menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan dan masyarakat umum, meningkatkan keuntungan perusahaan dan melindungi kepentingan pemegang saham. “Bagi kami penerapan K3 merupakkan investasi yang menentukan keberhasilan perusahaan dan bukan merupakan beban. Pelaksanaan/penerapan K3 merupakan investasi sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan bisnis suatu perusahaan. Komitmen kami juga mendukung visi pemerintah melalui Kemenakertrans untuk visi   terwujudnya budaya K3 di tahun 2015,"papar Jonni.

Jonni mengatakan Rekind sebagai perusahaan Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC), memiliki visi untuk menjadi Perusahaan Industrial,Engineering, and Construction kelas dunia dengan kemampuan tinggi dalam persaingan global berkomitmen untuk penerapan K3 diantaranya : Menempatkan keselamatan, kesehatan kerja dan lindung lingkungan (K3LL) pada prioritas utama, Melakukan peningkatan berkelanjutan terhadap kinerja K3LL dengan dasar standar OHSAS 18001:1999 yang disesuaikan dengan kondisi dan skala risiko yang teridentifikasi di Perusahaan, Mencegah cidera dan penyakit akibat kerja sehubungan dengan bahaya yang ada di tempat kerja, Memenuhi peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berlaku sehubungan dengan bahaya yang ada di Perusahaan, Menyediakan kerangka kerja untuk menyusun dan meninjau ulang sasaran K3LL, Melaksanakan dokumentasi, implementasi dan perawatan terhadap sistem manajemen K3LL, Memberikan kemudahan kepada para karyawan, vendor dan sub kontraktor dalam menyampaikan informasi berkenaan dengan aspek K3LL dibawah pengendalian Perusahaan, Meninjau ulang Sistem Manajemen K3LL secara periodik guna memastikan semuanya tetap sesuai dengan kondisi Perusahaan. “Rekind telah berhasil menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan Permenaker PERMEN No.05/MEN/1996 dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Rekind juga terus melakukan peningkatan berkelanjutan prinsip penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja agar perusahaan tetap mencapai zero accident yang telah terjadi sejak tahun 2010 lalu. Bahkan Rekind telah mengalokasikan dana K3 sesuai project yang besarannya selalu meningkat dan dana K3 sekitar 0,5% dari nilai project, semakin tinggi niali project semakin tinggi nilai dana K3,” papar Jonni.

Sebagai prioritas utama dalam proses bisnis, Health, Safety and Environment (HSE) akan ditingkatkan secara berkelanjutan dengan mengembangkan Sistem HSE untuk mencapai Target HSE. Dalam upaya menjaga Target HSE, manajemen Rekind melakukan Audit Manajemen HSE secara berkala dan kontinyu untuk semua proyek dengan koordinasi Divisi QC - SHE.  Masalah yang akan diaudit adalah Manajemen HSE, Lingkungan, PPE, Peralatan Pemadam Kebakaran, Tanda, Sinyal/Isyarat dan Barikade, Komunikasi Masalah yang Membahayakan, Material Berbahaya, Perkakas Biasa dan Perkakas Listrik yang Mudah Dibawa, Peralatan Elektrik, Alat Pengelasan, Pemotong dan Gerinda, Gas Kompresi, Confined Spaces,  Tangga, Perancah, Penggalian, Peralatan Mekanis, Alat Derek dan Alat Pengerek (Hoist) dan Wall Opening. [GR]

scroll back to top
 
Industri
pasar-tv-meningkat-produk-baru-bermunculanTV kini bukan lagi barang mewah yang hanya dimiliki orang-orang tertentu saja. Buktinya, permintaan pasar akan produk TV ini semakin meningkat saja. Dari produk TV ber-merk global hingga produk non branded yang kadang dipertanyakan kualitasnya, bermunculan di pasar. Produknyapun berubah sesuai kemajuan...Selengkapnya
kemenperin-capaian-sektor-industri-2012-a-proyeksi-2013-meningkatDi sisi industri, pengolahan Non Migas telah menjadi tulang punggung pertumbuhan nasional. Hal ini tak dapat dipungkiri apabila kita melihat data yang ada khususnya selama tahun 2012. Menteri Perindustrian (Menperin) Mohamad S. Hidayat pada saat jumpa pers akhir tahun 2012 di Kantor Kemenperin, Jakarta,...Selengkapnya
tingkatkan-investasi-dan-buka-peluang-pasar-baruKerjasama Indonesia-Korea terus ditingkatkan. Penjajakan itu dilakukan dengan adanya pertemuan yang diadakan di Jakarta antara Menteri Perindustrian (Menperin) Mohamad S Hidayat dengan  Duta Besar Rapublik Korea Kim Young-sun. Hasil pertemuan diharapkan akan dapat memberikan beberapa poin penting dan...Selengkapnya
dorong-pertumbuhan-industri-dengan-pembatasan-ekspor-logamKementerian Perindustrian melibatkan 21 perusahaan hilir untuk menyosialisasikan kemampuan dan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Kementrian Perindustrian mendorong pembatasan ekspor mineral termasuk bijih besi (iron ore) yang menjadi bahan baku besi baja guna mencukupi kebutuhan industri...Selengkapnya
k3-sebagai-tanggung-jawab-dan-investasi-masa-depanK3 Sebagai Tanggung Jawab Dan Investasi Masa Depan Filosofi dasar K3 adalah melindungi keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja dalam menjalankan tugasnya. Sebagai perusahaan yang berorientasi global, Rekind telah mengedepankan konsep K3. Semua potensi bahaya telah dikendalikan dan memenuhi batas...Selengkapnya
peranan-pemda-dan-swasta-merevitalisasi-pasarPemerintah mengajak swasta lebih berperan dalam upaya merevitalisasi pasar tradisional, melalui mekanisme kerja sama pemerintah swasta. Swasta diharapkan membiayai pembangunan infrastruktur serta mengelola prasarana dan sarana, sedangkan Pemerintah/Pemda bertindak sebagai mitra yang menangani pengaturan...Selengkapnya
pertumbuhan-positif-industri-lampaui-pertumbuhan-ekonomiPertumbuhan Positif Industri  Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan sektor industri pengolahan non-migas sepanjang 2011 meningkat sekitar 6,83% dari tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan industri non-migas pada tahun 2010 lalu yang hanya 5,12%. Dan ini merupakan...Selengkapnya