Pdt. Anton Wamang Tarik Pernyataan Keterlibatan Oknum TNI dalam Kematian Putrinya di Camp Wini Mp.69 Tembagapura

Pdt. Anton Wamang, S.Th., M.A., ayah kandung almarhumah Nalince Wamang, korban penembakan/Foto: Koops TNI Habema.

GlobalReview-Timika-Pdt. Anton Wamang, S.Th., M.A., ayah kandung almarhumah Nalince Wamang, korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah menarik pernyataannya terdahulu, yang menyebut oknum TNI sebagai pelaku penembakan terhadap putrinya.

Baca juga: Negeri yang Mengundang Profesional, Lalu Membiarkan Mereka Tersandung

Klarifikasi Pdt. Anton Wamang tersebut disampaikan secara terbuka melalui rekaman video yang disebarnya ke awak media massa di Timika. Menurutnya, tuduhan yang disampaikan terdahulu dimana oknum TNI terlibat, keluar dalam kondisi dirinya berduka, emosional dan penuh tekanan batin akibat kehilangan putri tercintanya sehingga terburu-buru menyimpulkannya.

“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media, beberapa hari lalu,” ungkap Pdt. Anton Wamang dengan suara lirih, Sabtu (16/5/2026).

Baca juga: ABMM Raih Penghargaan Asia Pasifik Lewat Inovasi Procurement Digital SPARROW

Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian serta mengetahui bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, Pdt. Anton Wamang menyatakan bahwa pelaku penembakan hingga kini belum dapat dipastikan. Ia menegaskan bahwa kasus tersebut masih didalami oleh aparat TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya, guna mengungkap fakta sebenarnya secara objektif dan transparan.

“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Baca juga: Pendapatan Sido Muncul Turun 19 Persen, Irwan Hidayat: Permintaan Pasar di Tingkat Ritel Stabil

Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya sekaligus berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Sehingga saya menarik kembali pernyataan saya di media beberapa hari lalu, dan saya tegaskan TNI tidak terlibat dalam peristiwa kematian puteri tercinta. Saya memohon maaf. Nanti kita akan melakukan penyelidikan bersama-sama,” tegasnya.

Pdt. Anton Wamang menegaskan bahwa keluarga tetap menginginkan keadilan bagi almarhumah Nalince Wamang. Ia berharap pelaku penembakan segera ditemukan dan diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa memandang siapa pun pihak yang terlibat.

Baca juga: Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Menjadi Pijakan bagi Ratusan Ribu Guru Non ASN

“Kami keluarga berharap pelaku dapat tertangkap dan diproses seadil-adilnya berdasarkan hukum yang berlaku. Saya juga memohon maaf apabila ada kesalahan dalam tutur kata maupun pernyataan yang saya sampaikan,” tutupnya.

Klarifikasi tersebut menjadi pengingat bahwa dalam setiap tragedi kemanusiaan di Papua, keadilan dan kebenaran harus tetap dikedepankan di atas emosi maupun asumsi.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, masyarakat diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif serta memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berkeadilan demi terwujudnya kedamaian di Tanah Papua.*