GlobalReview-Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 22 – 25 Januari 2026. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.
Ex Siklon Tropis Nokaen (16.0° LU 134.0° BT) di Laut Filipina Timur Laut Filipina dan Bibit Siklon Tropis 97S (12.5° LS 121.2° BT) di Samudra Hindia selatan NTT, memicu peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di perairan Indonesia.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 625 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 6 -30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa, Samudra Hindia Selatan NTT, Samudra Pasifik utara Maluku.
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 – 2.5 meter berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian tengah, timur, dan barat, Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan, Selat Karimata bagian utara dan selatan, Laut Sulawesi bagian barat, tengah, dan timur, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru bagian utara, serta Samudra Pasifik utara Papua Barat dan Papua.
Basca juga :Summarecon Catat Marketing Sales Rp5,52 Triliun di Tahun 2025, Melebihi Target
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.5 – 4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Aceh, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB.
Selain itu, gelombang dengan kategori ini juga berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, serta Laut Maluku.
Basca juga :Tim SAR Gabungan Temukan Body Part Diserahkan ke Tim DVI RS Bhayangkara
Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 – 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti :
Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).*












