GlobalReview-Magelang-Candi Borobudur, warisan budaya milik Indonesia kembali menggema, tak hanya di dalam negeri tetapi juga mendunia menyusul kunjungan Presiden Prancis, Emmanuel Macron beserta Ibu Negara, Brigitte Macron pada Kamis, 29/5/25. Kedatangan mereka berdua, didampingi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Tak pelak, kunjungan Emmanuel Macron beserta istrinya, Brigitte Macron yang didampingi Prabowo Subianto, tidak hanya akan menambah erat hubungan bilateral di kedua negara tetapi juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisawatan dalam negeri dan wisatawan asing ke Candi Borobudur.
Berdasarkan data pengelola, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, melalui anak usahanya InJourney Destination Management, wisatawan yang datang ke Candi Borobudur periode 1-13 Mei 2025 telah mencapai 100 ribu. Paling tinggi pada puncak perayaan Waisak, 12 Mei 2025, dengan 45.914 orang wisatawan reguler termasuk didalamnya umat Budha. Pasca kunjungan petinggi negara tersebut diperkirakan jumlah wisatawan akan bertambah.
Baca juga:Panglima TNI dan Menhan Sambut Kedatangan Presiden RI Bersama Presiden Prancis di Akmil Magelang
Tapi bagi wisatawan, entah itu wisatawan lokal ataupun wisatawan asing yang akan datang ke Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO, haruslah memiliki dan menyepakati kata yang sama yaitu aturan dan etika. Hal ini dikedepankan oleh pengelola agar wisatawan yang datang merasa nyaman, lancar dan tetap menghormati nilai-nilai sejarah serta budaya yang terkandung di dalamnya.
Saat ini, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (TWC) adalah pengelola Candi Borobudur yang posisinya berada dibawah naungan Kementerian BUMN. Telah ada aturan dan tata tertib bagi wisatawan yang datang ke Candi Borobudur.
Wisatawan yang datang diwajibkan membeli tiket masuk sesuai kebutuhan. Bahkan disediakan pemandu yang bisa menjelaskan segala hal tentang Candi Borobudur.
Wajib memakai busana yang sopan tidak terlalu terbuka bahkan celana pendek atau baju terbuka punggung tidak dibenarkan karena Candi Borobudur merupakan tempat yang dianggap suci sehingga berpakaian sopan adalah penghormatan.
Baca juga:Belanja Merchandise BNI Java Jazz 2025 Dapat Diskon 20% dengan Kartu dan QRIS BNI
Pengunjung diharapkan menggunakan pakaian yang sopan. Pakaian yang terlalu terbuka seperti tank top, celana pendek, atau rok mini sebaiknya dihindari. Pakaian yang menutup aurat akan lebih menghormati tempat suci ini.
Swafoto atau mengambil foto diri di Candi Borobudur juga dengan bijak sesuai norma sangat disarankan agar wisatawan tetap menghormati lingkungan sekitar.
Baca juga:Andien dan Jacob Collier Tampil di BNI Wondrhall Java Jazz Festival 2025
Wisatawan diwajibkan menggunakan alas kaki khusus yang telah disediakan dan wajib digunakan wisatawan untuk melindungi struktur dan mengurangi risiko abrasi pada batuan Candi Borobudur.
Pengelola juga melarang wisatawan melakukan hal-hal yang merusak keindahan Candi Borobudur seperti melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain atau bahkan merusak struktur bebatuan candi. Bahkan wisatawan dilarang untuk merokok di area Candi Borobudur.*












