Connect with us


Keuangan

DPLK Syariah Muamalat Genjot Pertumbuhan Aset Neto Hingga 2 Triliun Sampai Akhir Tahun 2024

DPLK Syariah Muamalat menawarkan tiga paket investasi/Foto: Istimewa

GlobalReview-Jakarta–Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat
mencatat Aset Neto per kuartal I 2024 mencapai Rp1,7 triliun. Pencapaian ini ditopang oleh peningkatan partisipasi nasabah, serta optimalisasi portofolio investasi dengan pertumbuhan return investasi sebesar 6,5%. Sedangkan hasil usaha setelah pajak pada periode yang sama mencapai Rp23 miliar, meningkat sebesar 36,6% secara year on year (yoy). Hal ini mencerminkan efisiensi operasional dan strategi investasi yang efektif.

Baca Juga:Summarecon Bandung Tanam Lebih dari 20.000 Pohon untuk Jaga Lingkungan dan Berikan Kenyamanan Penghuni

Melihat capaian Aset Neto tersebut, Executive Director DPLK Syariah Muamalat, Wang Wardhana mengatakan, DPLK Syariah Muamalat menargetkan pertumbuhan Aset Neto sebesar Rp2 triliun hingga akhir tahun ini. Untuk mencapai target itu, pihaknya akan terus memperkuat strategi diversifikasi portofolio dan re-balancing secara aktif. DPLK Syariah Muamalat juga akan meningkatkan akuisisi peserta baru dan kualitas layanan, serta mengembangkan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga:Kisah Inspiratif Abah Dindin Sukses Mematahkan Stigma Anak Jalanan

“Kami terus berupaya untuk memberikan imbal hasil yang kompetitif dan berkelanjutan melalui investasi yang aman dan produktif. DPLK Syariah Muamalat optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan para peserta dana pensiun di Indonesia,” ujarnya kepada Redaksi, Sabtu, 15/06/24.

Baca Juga:Tutup Rangkaian Program Ekopesantren, PPI UNAS Berikan Penghargaan Kepada 13 Ponpes

DPLK Syariah Muamalat menawarkan tiga paket investasi yaitu Paket A (Konservatif), Paket B (Moderat), dan Paket C (Agresif). Adapun rata-rata imbal hasil yang diberikan oleh DPLK Syariah Muamalat adalah sebesar 6,36% per tahun.

Portofolio investasi DPLK Syariah Muamalat ditempatkan pada instrumen yang sesuai dengan prinsip syariah, termasuk sukuk negara, sukuk korporasi, Efek Beragun Aset Syariah, Surat Perbendaharaan Negara Syariah, deposito syariah, saham syariah yang terdapat pada daftar ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) dan berbagai instrumen investasi lainnya dengan tetap berada di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah. 

Baca Juga:Kuliah Unggul Doktor Ilmu Hukum Hanya di Universitas Borobudur

Per 31 Maret 2024, jumlah nasabah DPLK Syariah Muamalat hampir mencapai 71 ribu nasabah ritel dan sekitar 51 ribu nasabah korporasi. Sedangkan pertumbuhan nasabah pada tahun ini ditargetkan dapat mencapai 10%.*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Keuangan