Connect with us


Highlight

Gisaid Dukung Indonesia Kembangkan Data Genom

Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin bersama Presiden GISAID Peter Bogner. (dok. Humas)

GlobalReview-Jakarta – Kementerian Kesehatan Indonesia dan GISAID Initiative, platform inisiatif data sains terkemuka di dunia, mengumumkan pendirian GISAID Academy di Kura Kura Bali, hari ini. Dengan pendirian institusi pendidikan permanen di Bali, GISAID mengkonsolidasikan program pendidikan dengan pengalamannya melatih ratusan profesional di bidang bioinformatika di seluruh dunia.

Baca juga: RSAB Harapan Kita, Kemenkes dan IDAI Gelar Skrining Komplikasi Mikrovaskular pada Mata dan Ginjal

GISAID telah memainkan peran penting sejak awal pandemi COVID-19. GISAID Academy akan membuat pengawasan genomik patogen lebih maju serta membangun kapasitas respons di wilayah ini. “Dengan pendirian GISAID Academy, Indonesia terus membangun ketahanan dan respons terhadap wabah dengan memanfaatkan ekosistem kesehatan yang sudah ada. Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah ada di Poltekkes Kemenkes Denpasar dan Universitas Udayana, GISAID Academy siap memberikan pelatihan vokasional secara menyeluruh dalam surveilans genomik patogen,” kata Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga: Hadiri HUT ke-30 RS Kanker Dharmais, Menkes Minta RSKD Tingkatkan Layanan Kesehatan Kanker

Menkes Budi menjelaskan, pendirian GISAID Academy menegaskan kontribusi Kemenkes terhadap keamanan kesehatan global. Pendirian akademi ini juga menandai kolaborasi berkelanjutan Kemenkes dengan GISAID telah memasuki fase baru. “Selain itu, GISAID Academy membuka jalan bagi keterlibatan multisektor yang lebih besar dan peluang pertumbuhan di bidang genomik, termasuk penerapannya yang lebih luas di bidang kedokteran presisi,” tuturnya.

Baca juga: Menko PMK: Kesehatan sebagai aspek utama mencapai Indonesia Emas 2045
 
Presiden GISAID Peter Bogner menjelaskan bahwa GISAID Academy memperkenalkan kurikulum yang dirancang secara cermat sepanjang tahun. Kurikulum memuat berbagai kursus mulai dari pelatihan vokasional pada teknik PCR dasar hingga Next Generation Sequencing untuk mempersiapkan pelatihan bioinformatika lanjutan.

Baca juga: Bertepatan Agenda WAAW 2023, RSCM Gelar Seminar dan Lokakarya

“Hal ini menegaskan komitmen GISAID terhadap data genomik berkualitas tinggi yang memajukan langkah-langkah penyelamatan nyawa dan keputusan kebijakan berbasis bukti. Model pembelajaran dan kerja sama yang berkelanjutan menempatkan GISAID Academy sebagai sumber daya internasional yang penting, menekankan akses yang adil pada pengetahuan ilmiah yang dibangun atas dasar berbagi data secara transparan,” kata Presiden GISAID Peter Bogner.

Baca juga: BKKBN Gelar Forum Data Keluarga Nasional Dalam Kesiapan Menghadapi Bonus Demografi
 
GISAID Academy akan berlokasi di dalam Kampus United In Diversity (UID) di Kura Kura Bali. Terinspirasi oleh tradisi Bali Tri Hita Karana, kampus UID Bali menyajikan keharmonisan sosial, lingkungan, dan spiritual sekaligus menyediakan fasilitas pembelajaran berteknologi tinggi di lingkungan yang indah.
 
“Bersama dengan misi UID ‘Membangun Kepercayaan untuk Masa Depan Bersama’, GISAID Academy menghormati prinsip kedaulatan data dan komitmen yang dibuat oleh komunitas penggunanya untuk menjunjung akses yang adil terhadap teknologi dan pengetahuan, berdasarkan etiket ilmiah dan menghormati semua hak dan kepentingan,” kata Presiden Kehormatan UID Sir Gordon William Duff. *

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

More in Highlight