GlobalReview-Jakarta-Kepemilikan PT Freeport Indonesia di Papua saat ini 51% dikuasai Indonesia. Freeport kini dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang secara resmi berarti Freeport adalah milik Indonesia. Hal inilah yang alasan utama Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Freeport di Papua. “Saya baru saja ke Tembagapura melihat Freeport dan perlu saya sampaikan kepada para senior, para sesepuh, bahwa Freeport sekarang ini mayoritas sudah milik Indonesia, bukan milik perusahaan AS lagi, ” jelas Jokowi seperti dilansir dari antara.
Baca Juga : Bantu pulihkan ekonomi masyarakat, Bazaa sembako murah OK OCE terus di gelar
Jokowi mengatakan hal ini saat meresmikan kongres ke-12 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Munas ke-11 Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (Piveri) di Jakarta, Selasa, 11/10/2022. “Karena sebelumnya kita hanya diberi (deviden) 9,3%. Tiga tahun kami bernegosiasi alot sekali dan kita sekarang sudah memegang saham mayoritas 51%,” ungkap Jokowi.
Baca Juga : Sandiaga, pelaku ekonomi kreatif harus disiapkan hadapi potensi inflasi
Dalam kesempatan tersebut Jokowi juga mengatakan bahwa saat ini 98% karyawan Freeport adalah orang Indonesia, sekitar 40% nya adalah masyarakat Papua. Saat ini Freeport telah memberikan keuntungan berlipat bagi Indonesia bila dibandingkan sebelum divestasi dari freeport-mcmoran. “Saat ini kita dapat deviden 51%, pajak lebih besar, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) lebih besar, bea ekspor juga lebih besar. Jadi sekitar 70% pendapatan Freeport kini masuk ke negara, ” ungkap Jokowi.*












