GlobalReview-Jakarta-Sejak menerima pengaduan dari keluarga pada 10 Juni 2025, KBRI berkoordinasi dengan otoritas Kepolisian Kamboja, disertai dengan penyampaian nota diplomatik permohonan pengamanan almarhum dari lokasi tempatnya bekerja.
Baca juga: Aksi Korporasi Summarecon di Bekasi, Beli Tanah Untuk Antisipasi Tingginya Permintaan Properti
Namun pada 13 Juni, KBRI menerima pemberitahuan dari Kepolisian Kamboja bahwa A ditemukan meninggal dunia akibat jatuh dari gedung. Menyikapi hal ini, KBRI telah menyampaikan nota diplomatik susulan yang meminta penyelidikan atas kematian tersebut secara khusus.
Baca juga:Menhub Dudy Tegaskan Penanganan Angkutan ODOL Harus Segera Dilaksanakan
Berdasarkan rilis yang dikutip Redaksi, Minggu, 29/6/25, secara bersamaan, pada 19 Juni, Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama BP3MI Sumatera Utara, Disnaker Asahan, dan aparat kecamatan telah mengunjungi keluarga almarhum di Sumatera Utara. Kunjungan ini bertujuan menyampaikan duka cita, menjelaskan langkah yang telah diambil pemerintah, serta menyampaikan opsi terkait penanganan jenazah.
Saat ini, proses investigasi sedang dilakukan otoritas Kamboja untuk mengungkap kejadian terhadap A secara jelas, sekaligus meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan. Kementerian Luar Negeri dan KBRI Phnom Penh akan terus mengawal proses penegakan hukum atas kasus ini.
Baca juga:Loman Park Hotel, Destinasi Ideal untuk Bleisure dan MICE di Jantung Yogyakarta
Kemlu senantiasa mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika memutuskan ingin bekerja ke luar negeri agar memastikan terpenuhinya prosedur sesuai peraturan yang berlaku untuk memastikan pelindungan yang maksimal.*












