Kemenekraf Puji Film Cocote Tonggo Berani Bawa Tren Hyperlocal Perkuat Ekraf dari Daerah

GlobalReview-Jakarta-Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengapresiasi film Cocote Tonggo yang mengangkat cerita lokal dengan kekuatan kreatif yang apik. Film itu disebut Menteri Ekraf Teuku Riefky sebagai contoh film nasional yang membawa tren hyperlocal dalam narasi dan komedi yang mudah diterima siapa saja.

“Film Cocote Tonggo menjadi refleksi dari realitas sosial yang jarang diangkat ke layar lebar. Ini membuktikan bahwa cerita lokal jadi bisa punya daya tarik universal. Kami menyambut tren hyperlocal untuk memperkuat ekosistem kreatif yang dimulai dari daerah, baik dari sisi akses, penguatan kapasitas kelembagaan, dan peluang yang setara untuk bertumbuh,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menghadiri Gala Premiere Film Cocote Tonggo di Epicentrum XXI, Jakarta pada Jumat, 9 Mei 2025.

Baca juga:InJourney Pastikan Perayaan Waisak 2025 di Candi Borobudur akan Berjalan Lancar

Teuku Riefky menyebut film garapan SKAK Studio dan Tobali Film itu memiliki kedekatan cerita dengan penonton menjadi jembatan utama untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang relevan. Menurutnya, hal ini sejalan dengan semangat dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) yang meyakini bahwa pengembangan subsektor perfilman sudah seharusnya berakar dari kekuatan daerah.

“Hal menarik dari film Cocote Tonggo yaitu mengangkat kearifan lokal dari daerah dan bisa dinikmati semua masyarakat. Jalan ceritanya begitu dekat, jujur, dan relevan dengan kejadian sehari-hari. Didukung akting dari aktor dan aktris yang sangat natural. Tren hyperlocal dalam industri perfilman ini tercermin dalam karya yang menunjukkan bahwa cerita yang tumbuh dari dinamika sosial dengan unsur lokal punya resonansi secara global,” ujar Teuku Riefky.

Baca juga:Konreg Kementerian PU 2025, Menteri Dody: Fokus Perkuat Infrastruktur Pangan, Air dan Pemerataan Ekonomi

Disutradarai Bayu Skak, film Cocote Tonggo berkisah tentang pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak, padahal mereka memiliki toko jamu kesuburan. Kondisi tersebut menjadi topik yang hangat bagi tetangga terdekat yang tak segan memberi banyak cibiran. Inilah film Indonesia yang berani mengangkat isu lokal yang lekat dan menghadirkan talenta lokal termasuk elemen musik tradisi sehingga mempunyai kekuatan narasi berbasis tren hyperlocal.

“Jangan lupa nonton film Cocote Tonggo mulai 15 Mei 2025 di bioskop,” tutup Teuku Riefky yang didampingi istrinya, Adinda Yuanita.

Baca juga:Manjakan Tamu, Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Kolaborasi Dengan Tahura Tawarkan Paket Stay dan Forest

Berdasar data dari Cinepoint per tanggal 9 Mei 2025, jumlah penonton film Indonesia sudah mencapai 33,9 juta penonton dan 8 film Indonesia sudah mendapat atensi yang baik dari masyarakat dengan meraih lebih dari 1 juta penonton, termasuk Jumbo yang sudah ditonton 9 juta orang. Harapannya, Film Cocote Tonggo juga bisa meraih jutaan penonton sehingga membuka ruang apresiasi lintas budaya.

Turut mendampingi Teuku Riefky yaitu Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Staf Khusus Menteri Tim Isu Strategis dan Antar Lembaga Rian Syaf, serta Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *