GlobalReview-Sumbawa – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk menyeimbangkan akses pendidikan berkualitas melalui Program Hasil Terbaik Cepat Sekolah Garuda. Hal ini ditunjukkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie saat meninjau kesiapan dua lokasi calon lahan Sekolah Garuda di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Kamis (8/1).
Dalam pertemuan bersama Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, Wamen Stella menegaskan Sekolah Garuda merupakan bentuk keseriusan Presiden Republik Indonesia dalam memastikan setiap anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial dan wilayah, memperoleh pendidikan yang benar-benar bermutu dan berdaya saing global.
“Sekolah Garuda diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Presiden memiliki komitmen kuat agar anak-anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak, setara, dan unggul,” ujar Wamen Stella.
Baca juga: Mendikdasmen Resmikan 20 SD, 31 SMP, dan 27 Satuan Pendidikan Vokasi PKPLK di Kabupaten Garut
Melalui Sekolah Garuda, pemerintah menargetkan lahirnya lulusan-lulusan berprestasi yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Untuk mendukung target tersebut, siswa akan dibekali kurikulum pengayaan yang dirancang khusus guna memperkuat kapasitas akademik, karakter, kemampuan berpikir kritis, serta riset, dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional yang diperkaya International Baccalaureate (IB).
Sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemerataan akses, minimal 80% siswa Sekolah Garuda akan menerima beasiswa penuh. Kebijakan ini ditujukan agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengenyam pendidikan unggulan tanpa terbebani biaya.
“Sekolah Garuda ini diperuntukkan bagi mereka yang sebelumnya tidak bisa mengenyam pendidikan berkualitas. Program ini menjadi kesinambungan kebijakan Presiden, mulai dari Sekolah Rakyat untuk Desil 1 dan 2, hingga Sekolah Garuda bagi siswa-siswa paling berprestasi yang membutuhkan dukungan sarana,” jelas Wamen Stella.
Bangun Potensi Daerah
Sebagian besar Sekolah Garuda tidak dibangun di kota-kota besar, melainkan di kota kecil dan wilayah pedesaan, termasuk Sumbawa. Kebijakan ini sengaja diambil agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar, sehingga proses pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan empati, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap keberagaman sosial serta potensi lokal.
“Melalui kegiatan riset dan interaksi sosial, para siswa diharapkan bisa ikut membantu pengembangan potensi daerahnya. Ini penting untuk membangun karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial terhadap bangsa,” ujar Wamen Stella.
Presiden Prabowo juga menyiapkan beasiswa luar negeri bagi lulusan Sekolah Garuda yang berprestasi dan membutuhkan. Beasiswa tersebut diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk menempuh pendidikan di kampus terbaik dunia.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Garuda memiliki dua skema, yakni pembangunan Sekolah Garuda Baru, dan Sekolah Garuda Transformasi. Untuk skema transformasi, pemerintah memberikan program pembinaan kepada sekolah-sekolah berprestasi agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta membuka peluang bagi siswanya diterima di perguruan tinggi internasional.
Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas rencana pembangunan Sekolah Garuda di wilayahnya. Ia menilai kehadiran Sekolah Garuda akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Sumbawa (NTB).
“Kami menyambut baik dan siap mendukung penuh pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Sumbawa. ini merupakan peluang besar bagi anak-anak Sumbawa untuk mengakses pendidikan unggul tanpa harus meninggalkan daerah sejak usia dini,” ujar Bupati Jarot.
Ia menambahkan pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan dua lokasi lahan yang dihibahkan untuk pembangunan Sekolah Garuda serta siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam penyediaan infrastruktur pendukung.
“Kami berkomitmen menyiapkan lahan serta mendukung kebutuhan dasar seperti akses jalan, air, dan listrik. Harapannya, Sekolah Garuda dapat menjadi pusat lahirnya talenta unggul dari daerah,” tambahnya.
Terkait jadwal pembangunan, Wamen Stella menyampaikan bahwa lokasi di Sumbawa masuk dalam tahap kedua pembangunan Sekolah Garuda. Proses pembangunan direncanakan dimulai pada 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat Juni 2027, sehingga dapat menerima peserta didik pada tahun ajaran 2027/2028.
Baca juga: Indonesia–Yordania Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Fokus Ilmu Kedokteran dan Dampak Nyata
Saat ini, pemerintah telah memulai pembangunan empat Sekolah Garuda baru di Belitung Timur, Soe (NTT), Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara, yang ditargetkan siap menerima siswa pada tahun ajaran 2026. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, selain Sumbawa, pemerintah juga telah meninjau lokasi di Lombok Timur sebagai bagian dari perluasan program.
“Visi Presiden adalah memberikan akses seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa, apa pun latar belakangnya, untuk mendapatkan pendidikan terbaik, khususnya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics, red). Fondasi ini harus dibangun sejak jenjang SMA,” pungkas Wamen Stella.
Kunjungan kerja ini menjadi langkah penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan Sekolah Garuda sebagai ekosistem pendidikan unggul, inklusif, dan berorientasi masa depan.(*)












