GlobalReview-Bali-Mungkin saja belum banyak yang tahu, jika Truntum Kuta dulunya adalah hotel Grand Inna Kuta. Sejarah hotel di pinggir pantai Kuta ini cukup panjang. Usia hotel bintang 4 ini, sudah lebih dari 60 tahun, menjadikannya sebagai salah satu hotel tertua di Kuta. Pernah berganti nama beberapa kali, dari Natour Kuta Beach Hotel (1974), lalu Inna Kuta Beach (2001), kemudian Grand Inna Kuta (2013), dan akhirnya pada 11 Oktober 2023 menjadi Truntum Kuta.
Rebranding ini dilakukan oleh Hotel Indonesia Group (HIG) sebagai bagian dari roadmap-nya mengelola hotel BUMN. Nama Truntum diambil dari motif batik Truntum yang melambangkan kelopak bunga dengan makna cinta yang tulus, tumbuh kembali tanpa syarat, abadi dan semakin berkembang seiring waktu.
Digital Marketing Truntum Kuta Bali, Ni Luh Lisa Wulandari dalam keterangannya dikutip Redaksi, Sabtu, 22/11/25 mengatakan konsep cinta dan keramahan ini diharapkan tercermin dalam pengalaman menginap para tamu agar merasa nyaman seperti “di rumah sendiri.”
“Pergantian nama tersebut bukan hanya soal pemasaran saja, tapi juga simbol komitmen kami untuk menghidupkan kembali semangat budaya lokal dan kehangatan Indonesia dalam industri perhotelan di Bali ini. Kami punya 322 kamar berbagai tipe mulai Deluxe, Suite, dan lainnya, termasuk ruang meeting & ballroom untuk event korporat atau wedding,”papar Lisa.
Hotel ini dibagi dalam dua sayap (wing) yaitu Beach Wing yang tampilannya lebih modern dan kontemporer, menawarkan pemandangan laut, kolam renang dewasa/anak, atau taman dan Bali Wing yang dirancang dengan nuansa tradisional Bali — kamar dengan balkon pribadi, atmosfer lokal Bali. Hotel ini dimiliki Pemerintah Indonesia melalui Wijaya Karya Realty, pengelolaannya Injourney Hospitality.
Truntum Kuta kata Lisa punya banyak keunggulan, mulai dari lokasinya yang sangat strategis berada di bibir Pantai Kuta, aksesnya hanya beberapa langkah. Dekat dengan Beachwalk Mall, pusat hiburan, restoran dan spot sunset, tempat berkumpulnya banyak wisatawan.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan: Malam Anugerah FFI 2025, Rayakan Prestasi Perfilman Tanah Air
“Selain itu, fasilitas restoran kami menyediakan menu lokal & internasional tapi jika tamu ingin mencicipi kuliner di luar hotel, di sekitaran sini ada puluhan pilihan kuliner dari street food hingga fine dining. Akses transportasi dari Bandara Ngurah Rai hanya sekitar ± 15 menit. Truntum Kuta juga dekat area wisata Legian & Seminyak,”jelas Lisa.
Para tamu yang menginap di Truntum Kuta, tak hanya akan punya pengalaman menginap yang sensasional tetapi juga bisa menikmati beragam suguhan menarik lainnya, mulai dari pertunjukan seni hingga kulineran yang menggugah selera.
Di Truntum Kuta ada fasilitas 6 restoran adalah HQ Resto, Kelapa Pool Bar, Mentari Beach Bar, Sunken Pool Bar, Truntum Gelato dan Warung Senggol, dimana tamu juga akan punya pengalaman kuliner budaya (pasar malam gaya Bali). Ada juga Atraksi budaya (Barong & Keris Dance) menjadikannya membawa nuansa lokal ke pengalaman tamu. Biasanya diselenggarakan pada malam hari, antara pukul 18.30 – 21.00 WITA tapi tidak setiap hari, seringnya diadakan pada high season di Juni–Agustus, Periode liburan Natal, Tahun Baru, Lebaran dan weekend tertentu.
Baca juga :Bandar Djakarta Restaurant : “We’re officially HALAL
“Truntum Kuta cocok untuk semua tipe traveller mulai dari keluarga (kids-friendly), Pasangan yang ingin sunset view, Solo traveler, Rombongan event/meeting hingga Wisatawan yang ingin eksplor Kuta tanpa kendaraan. Fasilitas kami lengkap namun harga kompetitif dibanding hotel sekelasnya,”kata Lisa.
Lisa juga mengatakan bahwa tamu yang paling mendominasi di Truntum Kuta berasal dari Australia, selain itu juga dari kawasan Asia dan Eropa. Mereka datang biasanya saat libur sekolah di pertengahan tahun.
Baca juga: Bo & Bun Restoran Keren di Bali yang Menyajikan Hidangan Asia Tenggara dengan Sentuhan Kreatif
“Banyak wisatawan mancanegara dan domestik memilih Bali sebagai destinasi liburan akhir tahun. Namun banyak juga tamu lokal rata-rata datang saat libur lebaran, Natal/Tahun Baru. Libur nasional bisa meningkatkan okupansi hotel. Saat ini okupansi Truntum Kuta sangat baik, diatas 70% setiap bulannya dan terus meningkat saat musim libur,”jelas Lisa.
Baca juga :Diagnostik Genetik MODY Resmi Hadir di RSCM: Terobosan untuk Diabetes Usia Muda
Di Truntum Kuta para tamu juga bisa memanfaatkan layanan/fasilitas Yoga Morning antara pukul 07.00 – 08.00 WITA, Cooking Class (Balinese dish) pukul 11.00 – 12.00 WITA, Aqua Aerobics pada pukul 10.00 – 11.00 WITA, Balinese Art Workshop / Kids Activity pukul 14.00 – 16.00 WITA. Untuk anak-anak juga ada Turtle Area di sekitaran hotel.
Dalam operasionalnya Truntum Kuta tetap menjaga sinergitas, tidak hanya dengan stakeholders dan mitra bisnisnya tetapi juga kalangan masyarakat. Sebagai bentuk apresiasinya adalah “KulineRun” konsep fun, sehat, dan lokal bertajuk “Amazing Journey” di pesisir Pantai Kuta bertepatan dengan momen spesial Hari Jadi ke 64 pada Minggu, 3 Agustus 2025 lalu.
Lebih dari 200 peserta turut meramaikan acara ini yang secara resmi dibuka oleh Direktur Utama PT Hotel Indonesia Properti, Ismet Komaruddin didampingi oleh General Manager Truntum Kuta Bali, Frans. KulineRun menyuguhkan pengalaman seru melalui Fun Run sejauh 5 km yang mengambil rute menyusuri pesisir indah Pantai Kuta hingga kawasan Legian.
Baca juga :Jelang Hari Jadi, Ancol Bedah Buku Enam Puluh Lima Tahun Perjalanan Membangun Impian
Usai berlari, peserta mengikuti berbagai aktivitas seperti Zumba Enerjik, Pemeriksaan kesehatan gratis, Food Bazaar yang menghadirkan beragam kuliner khas dari pelaku UMKM lokal di Kuta, mulai dari jajanan tradisional hingga sajian kekinian, sekaligus mendukung ekonomi kreatif dan kearifan lokal.
“KulineRun menjadi wujud nyata komitmen Truntum Kuta Bali dalam mempererat hubungan dengan mitra serta mendorong gaya hidup sehat dan keberlanjutan usaha lokal. Sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali nama Truntum Kuta kepada masyarakat dan sekaligus mencari partnership maupun peluang kerja sama baru,”pungkas Lisa.*













